Mendidik anak adalah amanah besar. Betapa bahagianya kita memiliki anak yang patuh, lembut pada orang tuanya, dan selalu mendoakan mereka.
Rasulullah ﷺ memberikan contoh terbaik bagaimana cara membentuk anak yang sholeh dan sholehah.
Anak saleh adalah aset akhirat. Amalan baik yang dia lakukan setelah orang tuanya wafat akan terus mengalir sebagai pahala bagi mereka.
Maka mendidik anak sesuai tuntunan Nabi ﷺ adalah investasi jangka panjang dunia–akhirat.
Kenapa Mendidik Anak Saleh Itu Aset Terbesar Orang Tua
Mendidik Anak adalah kewajiban bagi setiap muslim.
Adalam Firman, Allah menegaskan tentang keutaman mendidik anak atau generasi setelahnya
وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِن خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قوْلًا سَدِيدا
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang apabila meninggalkan dibelakang mereka keturunan yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka.
Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa pada Allah & hendaklah mereka berkata dengan ucapakan yang benar.
An Nisa : 9
Anak saleh adalah “surga yang disegerakan” bagi orang tua. Allah menamakan anak-anak sebagai ratul fuad (buah hati), menunjukkan betapa dalamnya cinta orang tua kepada anaknya.
Jika seorang anak menjadi saleh berkat didikan orang tuanya, maka setiap amal saleh yang dikerjakannya akan mengalir pula kepada orang tua. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, baginya pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)
Bayangkan jika kita memiliki lima anak saleh. Setelah kita wafat, setiap mereka terus beramal selama 50 tahun ke depan. Pahala itu tetap mengalir kepada kita. Inilah aset luar biasa yang tidak ternilai dengan dunia.

Perjuangan Mendidik Anak di Zaman Sekarang
Dalam memperjungan mendidik anak di Zaman media sosial dan hiburan seperti drama Korea membuat mendidik anak semakin sulit.
Ini adalah jihad yang membutuhkan kesabaran dan strategi.
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa amal kita akan terputus setelah wafat kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.
Percuma anak kita sukses duniawi—doktor atau profesor—tapi tidak sempat mendoakan orang tuanya. Justru anak yang sederhana tapi rajin salat dan mendoakan orang tua yang akan menjadi penolong kita di akhirat.
Keutamaan Doa Anak Saleh untuk Orang Tuanya
Di akhirat, derajat seseorang bisa dinaikkan karena doa anaknya. Dalam hadis disebutkan bahwa ada seseorang yang derajatnya ditinggikan di surga. Ia bertanya: “Mengapa derajatku tinggi padahal amalanku biasa saja?” Dijawab: “Karena anakmu sering memohon ampunan untukmu.”
Maka biasakanlah mengajarkan anak untuk berdoa:
“رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا”
(Rabbi-ghfir li wa li-wālidayya warḥamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā)
Tanyakan: “Nak, sudah doakan Abi dan Umi belum?” agar mereka terbiasa.]
Baca Juga : Mendidik Anak Dengan Pola Asuh Neuroparenting
Dua Kunci Utama Mendidik Anak Saleh Ala Rasulullah ﷺ
1. Memperbanyak Doa untuk Anak
Doa orang tua untuk anaknya adalah doa yang mustajab. Allah menyebut doa ini dalam ciri penghuni surga:
“وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا”
(Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa) – QS. Al-Furqan: 74
Sisihkan waktu khusus untuk mendoakan anak-anak, terutama di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir.
2. Memperbaiki Diri Orang Tua
Kesalehan orang tua adalah benteng pertama bagi anak. Dalam kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa, dua anak yatim dilindungi Allah karena ayahnya seorang yang saleh. Maka, jika kita ingin anak kita dijaga Allah, perbaiki diri kita terlebih dahulu.
Jauhi maksiat, karena pengaruhnya langsung terlihat pada anak. Ketika orang tua berubah menjadi lebih baik, anak pun akan lebih mudah berubah.
Teladan Rasulullah ﷺ dalam Dekat dengan Anak
Rasulullah ﷺ sangat dekat dengan anak-anak. Beliau menggendong cucunya saat salat, memanjangkan sujud ketika Hasan atau Husain naik ke pundaknya, bahkan turun dari mimbar untuk menjemput cucu yang terjatuh.
Kedekatan ini penting agar anak merasa aman dan nyaman mendekat kepada orang tuanya. Anak yang merasa dekat akan lebih mudah diarahkan dan dinasihati.
Kesimpulan
Mendidik anak ala Rasulullah ﷺ bukan hanya memberi nasihat, tetapi juga memberi teladan. Ajarkan doa, hidupkan nilai-nilai Islami di rumah, dekatlah dengan anak, dan perbaiki diri kita sebagai orang tua.
Dengan doa yang terus dipanjatkan dan usaha yang sungguh-sungguh, insyaAllah Allah akan jadikan anak-anak kita sebagai anak-anak yang saleh dan salehah—penyejuk mata dan penolong kita di dunia dan akhirat.
Kunjungi web kami di rumahtahfidzmagelang.com