Neuroparenting adalah pendekatan pengasuhan anak yang memadukan ilmu saraf (neuroscience) dengan parenting. Dengan memahami cara kerja otak anak, orang tua dapat memberikan pola asuh yang lebih tepat dan efektif.
Pendakatan parenting, ini lebih menekankan berdasarkan kinerja otak anak.
Sehinggan anak yang satu dengan anak yang lainnya memiliki karakter otaknya masing masing.
Yang menyebabkan adanya pola pengasuhan yang berbeda beda, antara anak yang satu dengan anak yang lainnya.
Dari sinalah, orang tua harus bijak sana, dalam pola pengasuhan anak di rumah. Karena antara Akak dan Dan Adik memiliki pola pengasuhannya masing masing

Apa Itu Neuroparenting dan Mengapa Penting
Neuroparenting berasal dari kata neuro (saraf/otak) dan parenting (pengasuhan). Karena anak adalah manusia dengan sistem saraf kompleks, orang tua perlu memahami mekanisme kerja otaknya sejak dalam kandungan hingga dewasa. Dengan begitu, bimbingan dan arahan yang diberikan sesuai dengan tahap perkembangan otak anak.
Dari mana asalnya emosi seperti marah, sedih senang, takut dan cemas?
Semuanya berasal dari otak. Otak yang bertanggung jawab atas perasaan dan perilaku kita.
Di dalam otak terdapat berbagai area yang memiki tanggung jawab yang berbeda beda.
Yang terdiri dari otak lantai bawah
Otak Lantai atas Otak Kiri
Dan Otak Kanan Atas.
Saat Anak Marah, secara otomatis otak logika cenderung tidak mampu bekerja, sehingga nasehata tidak boleh di berikan saat anak anak sedang marah.
Oleh karena itu, orang tua harus bijaksana tidak ikut terpancing emosi saat anak mengalami emosi karena suatu hal.
Biarkan mereka reda terlebih dahulu baru diberikan nasehat nasehat yang seperlunya.
Pola Asuh Berdasarkan Genetik dan Watak Anak
Sejak lahir, anak sudah memiliki program bawaan seperti jenis kelamin, watak, dan bakat. Ini ibarat bahan dasar seperti kayu, besi, atau plastik yang perlu diketahui sebelum dibentuk.
Dengan mengetahui watak anak sejak dini, orang tua dapat memberikan bimbingan yang tepat, seperti memilih metode belajar, terapi, atau pendekatan disiplin.
Hal Ini juga membantu mencegah “inner child” yang terluka akibat pola asuh yang tidak sesuai.
Sehingga cobalah mengenal karakter anak anak sejak dari dini. Tujuannya agar Ayah dan Bunda Tidak cepat marah melihat tingkah anak anak
Karena jika salah asuh bisa berbahaya untuk anak anak itu sendiri
Otak anak terdiri dari miliaran neuron yang menyimpan memori seperti kabel dengan lem neurotransmitter.
Peristiwa positif menghasilkan “lem positif”, sedangkan peristiwa negatif menghasilkan “lem negatif” yang lebih kuat mengikat memori ekstrem.
Jika anak anak sering di bentak, di marahi, menjadi luapan emosi , maka yang terjadi justru penolak dari dalam otak anak itu sendiri atau yang di sebut dengan trauma
Dampak Ketidakadilan Orang Tua
Sikap membandingkan anak atau tidak adil memberi perlakuan dapat merusak mental anak, menimbulkan kecemburuan, bahkan konflik antar saudara.
Kebanyakan orang tua, mendidik anak dengan melihat pola dari kakanya atau anak pertama.
Jika ia mendidik si Adik dengan pola si Kaka, maka ini termasuk mendzalimi anak anak.
Atas dasar ketidaktahuna terhadap karakter anak anak itu sendiri.
Berikut ini akan kami sajikan beberapa tips untuk penerapan parenting yang efektif di dalam rumah.
Tips Penerapan Neuroparenting di Rumah
Tips Neuroparenting yang bisa di terapkan dalam kehidupan sehari hari. Biga si anak pertama maupun untuk anak kedua.
Gunakan Bahasa Lembut dan Hindari Bentakan
Kelembutan suara lebih mudah terekam positif di otak anak daripada bentakan.
Nasehat yang baik adalah hiwar , hiwar adalah nasehat yang di bentuk melalui komunikasi efektif antara orang tua dan anak.
Hindari Bentakan, posisikan Bahasa untuk anak anak.
Jangan menggunakan Bahasa bentakan.
Baca Juga : Mendidik Anak Ala Rasulullah Sesuai Usia
Ajarkan Empati dan Kemandirian Sejak Dini
Ajarkan perilakuk empati kepada anak anak,
Hal yang paling mudah adalah
Ajarkan anak merapikan tempat tidur, mencuci piring, atau membantu orang tua sesuai tatahapn usia.
Minta Maaf dan Jelaskan Saat Khilaf
Pentingnya meminta maaf kepada anak saat Ayah Bunda, terlanjur membentak mereka.
Atau memarahinya secara emosional.
Ingat, poisisikan untuk menasehati buka menceramahi apaalgi sebagai bentuk pelampiasan emosi
Permintaan maaf orang tua menghentikan “lem negatif” yang mengikat memori buruk di otak anak.
Kesimpulan – Neuroparenting sebagai Kunci Pola Asuh Efektif
Neuroparenting membantu orang tua memahami program bawaan dan aplikasi otak anak sehingga pola asuh lebih tepat. Dengan pengasuhan positif, memori yang terbentuk di otak anak akan dominan positif dan menjadi dasar pembentukan karakter yang kuat, mandiri, serta penuh dengan kasih sayang. Serta tidak menimbulkan trauma pada anak anak .
Kunjungu juga kami di rumahtahfidzmagelang.com