Mendidik Anak cara rasullah adalah konsep pendidikan dalam islam, yang menekankan kepada mendidik anak sesuai dengan usianya.
Mulai dari fase mendidik anak 0-6 tahun ,7-12 tahun sampai ia, beranjak dewasa.
Namun pada kempatan kali ini, kita akan mengurai secara umum tahapan tahapan dalam memberikan tarbiyah kepada anak anak.
Juga Yang perlu di tekankan adalah pendidikan harus menyesuaikan dengan fitrah anak
Tahapan Mendidik Anak Mengikuti Sunnah
Dalam Mendidik Anak, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan.Berikut Ini adalah beberapa tahapan mendidik anak anak sesuai dengan sunnah
Mendidik Anak Dengan Menanamkan Kelembutan
Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Salah satunya adalah dengan menanamkan kelembutan. Anak harus dibiasakan bersikap lembut sejak kecil, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
Anak anak merekam setiap aktivitas kita di rumah, mulai dari sikap dan tutur kata,
Rasulullah bersabda,
من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه
“Barang siapa yang memberikan contoh kebaikan (pada orang lain), maka ia akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)
Dari sinilah, pola tingkah lakuk anak, di mulai dari melihat perilaku orang tuanya sendiri.
Maka, sepatitnya orang tua berusaha bersikap yang baik, memberikan taulada kepada anak anaknya.
Jika terlihat tanda-tanda anak mulai bersikap kasar.
Orang tua harus segera menyadari bahwa ada pola asuh yang salah.
Biasakan pula tutur kata yang lembut, jangan mengangkat suara kepada kakak atau adiknya. Jika ingin menegur, lakukan dengan bisikan penuh kasih, bukan dengan teriakan.
Kelembutan dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk pribadi anak yang penuh kasih dan mudah menghargai orang lain.

Pendidikan Dengan Penanaman Akidah yang Benar
Selain kelembutan, yang tidak kalah penting adalah keyakinan yang benar. Anak perlu ditanamkan akidah sejak dini, agar tidak tersesat di kemudian hari.
Pendidikan iman dan akidah harus jelas, agar anak tumbuh dengan pemahaman agama yang kokoh. Akidah yang kuat akan menjadi pondasi dalam menghadapi tantangan hidup.
Mendidik Anak Dengan Berbakti kepada Orang Tua
Salah satu pendidikan terpenting adalah mengajarkan anak untuk berbakti kepada orang tua.
Allah berfirman,
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat kebikan pada ibu ayahmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan
janganlah engkau membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra 23)
Jika anak sudah paham arti berbakti kepada orang tua, maka ia akan mudah diarahkan dan dinasehati. Orang tua juga perlu mengajarkan anak untuk menghormati gurunya.
Saat berangkat sekolah, biasakan anak untuk mendengarkan arahan guru, dan ketika pulang, ajarkan untuk menghormati ayah dan ibunya.
Berbakti juga perlu dicontohkan dalam rumah tangga.
Misalnya seorang suami mengingatkan kepada anak-anaknya:
“Coba tengok ibumu, apakah sudah tidur? Kalau sudah, coba selimuti.”
Hal-hal kecil seperti ini akan membiasakan anak untuk mencintai dan menghormati orang tuanya.
Pendidikan Dengan Menghargai Saudara
Mendidik Anak selanjutnya adalah mencintai dan menghargai saudara kandung.
Contohnya sederhana ialah ketika memotong roti, biasakan anak memberikan bagian yang lebih besar kepada saudaranya.
Ajarkan makna mendahulukan orang lain dan menyayangi adik maupun kakaknya.
Orang Tua Harus menghindari kebiasaan membanding-bandingkan anak dengan saudaranya.
Perbandingan justru bisa meruntuhkan mental anak dan menumbuhkan permusuhan.
Orang tua harus adil, jangan berat sebelah kepada salah satu anak.
Ketidakadilan orang tua dapat merusak rasa hormat anak, bahkan bisa berujung pada perselisihan dalam keluarga, termasuk masalah warisan di kemudian hari.
kunjungu kami di rumahtahfidzmagelang.com