Mendidik Anak Sesuai Fitrah nya Di Era DiGital Menurut Islam

//

Mendidika anak sesuai dengan fitrah nya Adalah konsep pendidik anak yang sesuai dengan kaidahnya.

Menempatkan rumah sebagai fondasi utama, dan ayah sebagai kepala sekolah di rumah masing masing.

Sedangkan Ibu sebagai guru yang melaksanakan tugas dari ayah.

Berbagai perilaku penyimpangan anak sering terjadi di era Di gital Saat ini.

Sekolah seolah menjadi alat rujukan dalam menempa proses Pendidikan.

Padahal Pendidikan sekolah di fokuskan pada perkembangan kognitif saja.

Di sisi lain, nilai nilai Adab kurang di tekankan di rumah, hal inilah yang menjadi penyebab rusaknya moral anak anak.

Memahami Makna Fitrah dalam Islam

Sebelum berbiacara banyak tentang mendidik anak sesuai dengan fitrahyan.

Penting kita mengetahui arti dari fitra itu sendiri.

Fitrah sering kita kaitkan dengan zakat fitrah atau Idul Fitri. Namun, makna fitrah jauh lebih dalam dari pada sekadar itu. Para ulama telah menggali konsep ini sejak lama, dan ternyata menjadi pondasi penting dalam pendidikan anak serta peradaban manusia.

Fitrah sebagai Dasar Mendidik Anak

Mendidik Anak Sesuai Fitrah, Perlu di ketahui, bahwa fitrah pada anak sudah ada sejak ia di lahirkan, diantaranya :

  • Fitrah adalah bawaan kebaikan yang Allah tanamkan dalam diri manusia.
  • Fitrah mencakup potensi mengenal Allah (ma’rifatullah), berakhlak mulia, dan menerima kebenaran.

Kesalahan umum yang sering terjadi Adalah menganggap anak kertas kosong yang bisa dicoret-coret. Padahal, anak lahir dengan fitrah yang harus dirawat, bukan diacak-acak dengan lingkungan baik dari keluarga maupun pertemaman.

Sering Membandingkan Anak

Dalam proses mendidik anak sesuai dengan fitranya, Sebagian orang tua kurang sabar melihat proses dari anak anak mereka sendiri.

Hal ini berakibat pada Ayah atau Ibu yang Latah, untuk membadingkan anak anaknya seperti berikut :

  • Orang tua yang panik, membanding-bandingkan, atau terlalu cuek bisa merusak fitrah anak.
  • Penyimpangan fitrah melahirkan pola asuh toxic.
  • Rasulullah ﷺ bersabda: “Kullu mauludin yuladu ‘alal fitrah, fa abawahu yuhawwidanihi aw yunashshiranihi aw yumajjisanihi” – setiap anak lahir di atas fitrah, orang tuanyalah yang mengubahnya.

Dalam hadits yang lain tentang juga di jelaskan

كُلُّ إِنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Latin: Kullu insaani taliduhu ammuhu alal fitrah, fa abawaahu yuhawwa daanihi auyunasshiraa nihi auyumajjisaa nihi

Artinya : Seorang bayi tidak dilahirkan ke dunia ini melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi. (HR. Bukhari)

Mendidik Anak Sebagai Jalan Peradaban

Fitrah bukan hanya konsep spiritual, tetapi juga terkait dengan peran manusia membangun peradaban.

Ayah Ibu, memiliki peran 75% dalam pembentuk fitrah anak anak yaitu Adab.

Sedangkan Kognitif hanya 25% yang di dapat di luar.

Pendidikan yang hari ini sudah berjalan ialah sebagai berikut :

Konsep Yang Salah Jalan

  • Sistem pendidikan Barat menganggap anak kertas kosong.
  • Fokus pada perilaku luar, hukuman, dan hadiah, bukan jiwa dan akhlak.
  • Akibatnya, anak pintar tetapi tidak dewasa, cerdas tetapi tidak kokoh jiwanya.

Mendidik Anak Berbasis Fitrah

Pendidikan berbasis fitrah ialah mendidikan anak sesuai dengan tahapan usia mereka, beberapa hal yang ditekankan, di antaranya :

  • Anak dipandang sebagai benih, orang tua berperan sebagai tukang kebun (gardener), bukan tukang kayu (carpenter).
  • Perkembangan anak mengikuti tahapan fitrah, tidak bisa dipaksa atau tergesa-gesa.
  • Tujuan utama Pendidikan fitrah ialah mengantarkan anak menuju peran peradaban terbaik, bukan sekadar jadi sarjana atau pegawai.

Banyak tokoh Islam hebat yang tumbuh dari pendidikan berbasis fitrah di antarnya :

  • Usamah bin Zaid (18 tahun) memimpin pasukan besar.
  • Imam Ghazali (11 tahun) sudah mengajar.
  • Muhammad Al-Fatih (19 tahun) menaklukkan Konstantinopel.
  • Para pemuda Islam terdahulu memiliki peran peradaban sejak belasan tahun.

Baca juga Mengelola Generasi Strawberyy Menurut Pandangan Islam

Kesimpulan MEndidik anak sesuai fitrah

Dari Ketereangan di Atas dalam di simpulkan bahwa Pendidikan  yang berbasis fitrah ialah :

  1. Menyambut anak sebagai amanah Allah, bukan beban.
  2. Menumbuhkan potensi fitrah menuju akhlak mulia dan peran peradaban.
  3. Mengantarkan anak menjadi Insan Kamil – manusia paripurna dunia akhirat.

Kunjungi kami di rumahtahfidzmagelang.com

Leave a Comment